TARI KLASIK YOGYAKARTA:WIRAGA, WIRAMA, DAN WIRASA

Posted by birublue On October - 13 - 2011

1. WIRAGA

Wiraga berarti gerak dari seluruh badan yang selaras.  Artinya untuk mempelajari tari gaya Yogyakarta pemahaman terhadap adanya patokan baku dalam gerak tertentu merupakan hal yang sangat penting.  Gerak-gerak yang termasuk dalam patokan baku meliputi pandengan (arah pandangan mata), pacak gulu (gerak leher), deg (sikap badan), cethik, mlumahing pupu (terbukanya posisi paha), nylekenthing (jari-jari kaki tegak keatas), mendhak.

Semua gerak diatas adalah gerak tersendiri. Akan tetapi, antara satu dengan yang lainnya saling berkaitan, sehingga akan tercipta sinkronisasi wiraga yang sempurna tatkala membawakan tarian tertentu.

Read the rest of this entry »

FILSAFAT TARI KLASIK YOGYAKARTA-JOGED MATARAM

Posted by birublue On October - 13 - 2011

Tari Klasik Yogyakarta memiliki kerumitan dan kekomplekan yang normatif, yang semuanya bersumber pada filosofi yang mendasarinya, yakni filosofi yang dipatuhi sebagai landasan tata hidup di lingkungan Keraton.

Dalam kaitannya dengan tari, Suryobrongto (1976:90) mengatakan bahwa secara garis besar tari meliputi dua hal, yakni wadah dan isi. Wadah adalah teknik tari, sedangkan yang menjadi isinya adalah joged mataram.  Diantara tiga unsur dasar tari, yakni wiraga, wirama, dan wirasa. Unsur wirasa lebih dekat dengan joged mataram. Joged mataram terdiri dari :

Read the rest of this entry »

PPT Fungsi Seni Tari

Posted by birublue On October - 8 - 2011

Hadiah dan Hukuman untuk Anak

Posted by birublue On October - 8 - 2011

HADIAH DAN HUKUMAN


hadiah dan hukuman adalah dua hal yang perlu diberikan kepada anak dalam proses pendidikan.  Memberikan hadiah dan hukuman ini bukanlah hal yang mudah , karena keduanya sangat berpengaruh pada kepribadian anak.  Oleh karena itu perlu dipelajari dengan baik penerapannya agar tidak menjadi racun bagi anak.

Read the rest of this entry »

Tari Klasik Gaya Yogyakarta-Bedhaya Angron Sekar VI

Posted by birublue On October - 8 - 2011

BAB IV

PENUTUP

 

A. Kesimpulan

Tari Bedhaya Angron Sekar merupakan Tari klasik gaya Yogyakarta yang diciptakan pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Tari ini mengangkat cerita tentang peperangan antara Raden Sutawijaya dengan Arya Penangsang. Karena Arya Penangsang kalah, kemudian peperangan itu dilanjutkan oleh istri Arya Penangsang yaitu Angron Sekar. Tetapi kemenangan berpihak pada Raden Sutawijaya dan akhirnya Angron Sekar diperistri oleh Raden Sutawijaya. Tari Bedhaya Angron Sekar dibawakan oleh sembilan orang penari putri dimana para penari tersebut menggunakan kostum, rias ,dan properti yang sama.

 

B. Saran

Dengan adanya mata kuliah penggalian tari tradisi ini, tari  Bedhaya Angron Sekar akan tetap terjaga keberadaannya dan dapat dilestarikan oleh generasi penerus bangsa tanpa meninggalkan bentuk aslinya. Kami juga berharap agar mata kuliah penggalian tari tradisi ini tidak hanya berhenti sampai pada angkatan kami saja. Karena dengan adanya penggalian tari tradisi ini kita bisa lebih banyak menggali dan melestarikan tarian-tarian yang telah punah seiring dengan berkembangnya zaman.

Read the rest of this entry »

Tari Klasik Gaya Yogyakarta-Bedhaya Angron Sekar V

Posted by birublue On October - 8 - 2011

Kostum dan Rias

1.    Kostum

Kostum adalah segala sandang dan perlengkapannya ( acessories ) yang digunakan dalam pentas ( Harymawan, 1991:27 ) . Kostum adalah salah satu aspek yang paling penting dikarenakan pertama kali yang akan dilihat oleh penonton adalah kostum tari tersebut. busana atau kostum tari berfungsi sebagai berikut :

o        Membedakan peran masing-masing tokoh

o        Membantu menghidupkan perwatakan penari dalam peranannya.

o        Memberi fasilitas dan membantu gerak

o        Membantu menambah keindahan penampilannya.

Kostum yang digunakan pada tari Bedhaya pada umumnya adalah Paes Ageng , yaitu berkain dodot, udhet cinde, slepe dan keris. Serta hiasan yang digunakan antara lain: rambut gelung bokor memakai gajah ngoling (klewer bunga melati), cunduk mentul, kelat bahu, dan gelang yang kesemuanya menyerupai pengantin istana.

Pada masa Hamengkubuwono VIII kostum tari Bedhaya berkembang menjadi memakai rompi. Hal tersebut dikarenakan adanya akulturasi antara kebudayaan Belanda (penjajah) yang selalu menggunakan rompi sehingga berpengaruh pada kostum tari Bedhaya.

 

Dalam kostum Tari Bedhaya Angron Sekar kostum yang digunakan untuk pementasan ini antara lain: Jamang, bulu, Sinyong, Ceplok Jebehan, Cunduk mentul, gunungan, sirkam, Subang, Sumping, Kalung susun, slepe, gelang, Klat bahu, Rompi bludru, Sampur dan kain jarik

Read the rest of this entry »

Tari Klasik Gaya Yogyakarta-Bedhaya Angron Sekar IV

Posted by birublue On October - 7 - 2011

BAB III

PEMBAHASAN


A. Sejarah Tari Bedhaya Angron Sekar

Tari klasik putri gaya Yogyakarta yang paling tinggi tingkatannya adalah tari Bedhaya, yaitu salah satu bentuk budaya kraton yang dilatar belakangi oleh konsep kenegaraan raja.  Pengembangan budaya kraton pada dasarnya merupakan usaha untuk memperkuat dan mempertinggi kemulyaan guna memperkokoh kekuasaan raja hingga pada keturunannya. Kata Bedhaya diambil dari bahasa sansekerta, yaitu budha yang berarti awal, wiwitan atau suci. Sedangkan dalam bahasa Jawa Bedhaya berasal dari kata beda (           ) yang artinya berbeda dan ya (   ) yang melambangkan angka 9 pada aksara jawa. Tari Bedhaya merupakan bentuk tari putri kelompok yang dilakukan oleh sembilan orang penari dengan menggunakan tata busana dan rias wajah serta tata rambut yang sama. Namun, masing-masing penari membawakan peran dan nama yang berbeda-beda, yaitu: Endel, Batak, Gulu, Dhadha, Endhel Wedhalan Ngajeng, Endhel Wedhalan wingking, Apit Wingking, Apit Ngajeng, Buntil.

Tari Bedhaya Angron Sekar diciptakan pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono ke IX yaitu pada tahun 1957 (catatan tari Romo Sasmita Mardawa: 27 November 1957). Nama tarian ini (Angron Sekar) diambil dari nama tokoh utama dalam cerita tarian tersebut yaitu Dewi Angron Sekar. Tarian ini menceritakan tentang pembalasan dendam Dewi Angron Sekar kepada Raden Sutawijaya yang telah membunuh suaminya yaitu Pangeran Arya Penangsang. Sampai akhirnya Dewi Angron Sekar kalah dan diperistri oleh Raden Sutawijaya. Fungsi diciptakannya tarian ini adalah untuk upacara Tingalan Dalem yaitu upacara untuk memperingati ulang tahun raja pada tahun . Dalam upacara tersebut tari Bedhaya Angron Sekar digunakan sebagai hiburan bagi semua warga yang hadir.

Tarian ini pernah mengalami masa kejayaan selama masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono IX. Namun seiring dengan bergantinya raja, tarian ini sudah jarang dipentaskan tepatnya lebih dari 20 tahun silam. Hal itu dikarenakan tarian tersebut hanya digunakan untuk satu kali upacara Tingalan Dalem. Setelah itu tidak lagi dipentaskan pada upacara Tingalan Dalem berikutnya, karena telah diciptakan tarian yang baru. Sehingga Tari Bedhaya Angron Sekar sudah tidak lagi dipentaskan pada Upacara Tingalan Dalem dan acara – acara lain di keraton.

Pada tahun 2006 tarian ini telah dipentaskan kembali untuk direkonstruksi sehingga sudah mengalami perubahan dari bentuk aslinya. Perubahan tersebut terletak pada pemadatan ragam gerak dan perpendekan waktu pementasan.

Read the rest of this entry »

Tari Klasik Gaya Yogyakarta-Bedhaya Angron Sekar III

Posted by birublue On October - 7 - 2011

BAB II

PROSES PENGGALIAN


Metode penggalian adalah cara yang digunakan untuk memperoleh data yang relevan terhadap bahan yang diteliti. Dalam proses penggalian Tari Bedhaya Angron Sekar ini peneliti menggunakan beberapa metode untuk pengumpulan data yaitu :

A.    Wawancara mendalam

Dalam metode wawancara pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan narasumber yang paham atau memiliki otoritas terhadap materi yang akan diteliti. Wawancara tentunya tidak diterima mentah-mentah tetapi diseleksi mana data yang benar-benar dibutuhkan oleh peneliti. Untuk penggalian Tari Bedhaya Angron Sekar ini penulis melakukan wawancara dengan beberapa narasumber yaitu :

1.   Ibu Siti Sutiyah S.Sn

Selaku narasumber sekaligus pelatih langsung Tari Bedhaya Angron Sekar.

2.   Putria S.Sn.

Selaku narasumber sekaligus pelatih Tari Bedhaya Angron Sekar

3. Dra. Veronica Retnaningsih

Selaku pelatih Tari Bedhaya Angron Sekar

Read the rest of this entry »

Tari Klasik Gaya Yogyakarta-Bedhaya Angron Sekar II

Posted by birublue On October - 7 - 2011

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.  Latar Belakang Mata Kuliah Penggalian Tari Tradisional

Seiring bergulirnya roda globalisasi, masyarakat tidak terkecuali generasi muda Indonesia sebagian mulai meninggalkan seni budaya tradisi nusantara. Berbagai pengaruh dari perkembangan budaya dan teknologi dunia luar perlahan menggeser kekayaan budaya bangsa sendiri. Padahal di zaman global seperti sekarang ini bangsa Indonesia sudah selayaknya menunjukkan kearifan lokal dengan dengan menjaga seni budaya nusantara. Hal tersebut dikarenakan kebudayaan adalah asset yang mampu kita tunjukkan kepada dunia global sebagai ciri khas bangsa Indonesia. Sehingga seni dan budaya tersebut dapat tetap terjaga dan diakui oleh dunia Internasional serta tidak direbut oleh bangsa lain.

Terkait pentingnya melestarikan kebudayaan bangsa khususnya Seni Tari Tradisional maka sebagai generasi muda Indonesia yang bergerak di bidang Seni Tari sudah menjadi kewajiban untuk berpartisipasi dalam menjaga keutuhan Seni Tari Tradisional baik yang klasik maupun kerakyatan. Partisipasi tersebut diwujudkan dalam mata kuliah Penggalian Tari Tradisional yang merupakan mata kuliah semester VII tetapi diambil pada semester  V oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Tari Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam Mata Kuliah tersebut mahasiswa ditugaskan untuk menggali tari – tarian yang hampir maupun sudah punah untuk diangkat kembali agar tidak dilupakan dan tetap dapat dilestarikan oleh masyarakat. Dari mata kuliah yang berbobot 2 sks ini diharapkan mahasiswa Pendidikan Seni Tari Universitas Negeri Yogyakarta dapat berperan aktif dan langsung dalam pelestarian budaya bangsa..

Read the rest of this entry »

Tari Klasik Gaya Yogyakarta-Bedhaya Angron Sekar 1

Posted by birublue On September - 30 - 2011

Laporan Hasil Penggalian Tari Tradisional

 

TARI KLASIK GAYA YOGYAKARTA

BEDHAYA ANGRON SEKAR

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Penggalian Tari Tradisional

Read the rest of this entry »

VIDEO

TAG CLOUD

Sponsors

About Me

There is something about me..

Twitter

    Photos

    Activate the Flickrss plugin to see the image thumbnails!